Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Doa Imam Sajjad as ( 5 )

Doa Imam Sajjad as ( 5 )

Allahumma ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Hiasilah diriku dengan perhiasan orang-orang soleh, pakaikanlah kepadaku perhiasan para Muttaqin dalam menyebarkan keadilan, menahan amarah , memadamkan kemarahan orang, mempersatukan orang-orang yang berpecah-belah, memperbaiki hubungan keluarga, menyebarkan kearifan, menutupi keaiban, berlembut perangai, suka melindungi yang lemah, bagus dalam perjalanan hidup, husnul khatimah, harum dalam perilaku, berlomba dalam mencapai keutamaan, pemberi kesan utama, tidak membongkar cela orang, memberi kelebihan (atau kebaikan) kepada orang yang sesungguhnya tidak berhak menerimanya, mengatakan kebenaran meskipun berat, menganggap sedikit kebaikan sendiri meskipun banyak, dan menganggap banyak keburukan sendiri meskipun sedikit, dalam perkataan dan perbuatan. Dan sempurnakanlah itu semua dengan kelestarian dalam ketaatan dan menyertai jamaah, menolak ahli bid’ah dan pemikiran-pemikiran orang yang mengada-ada.

Aameen.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, 1997

Untaian kata Musa b Ja’far Al-Kadzim as

Untaian kata Musa b Ja’far Al-Kadzim as


1. Yakin itu ialah bertawakal kepadaAllah, berserah diri kepadaNya, redha menerima ketentuanNya dan menyerahkan seluruh persoalan kepadaNya.

2. Barangsiapa yang berbicara tentang  (Dzat) Allah, pasti celaka. Barangsiapa meminta menjadi pemimpin, dia celaka dan barangsiapa yang dirinya dimasuki rasa bangga diri, pasti celaka.

3. Sebaik-baik sifat bukanlah menahan diri dari menyakiti orang lain, tetapi pada kesabaran dalam menghadapi penderitaan.

4. Wahai anakku, hendaklah engkau takut bila dilihat Allah saat melakukan kemaksiatan yang dilarangNya dan hendaklah engkau berhati-hati jangan sampai engkau meninggalkan Allah saat engkau melaksanakan perintah yang disuruhNya. Bersungguh-sungguhlah dan jangan sampai dirimu keluar dari batas-batas ibadah dan ketaatan kepada Allah. Sebab dengan begitu Allah tidak disembah  sebagaimana semestinya. Hindarilah sifat pongah sebab sifat seperti itu bias menghilangkan cahaya keimananmu dan merendahkan harga dirimu dan hindarilah sempit dada dan malas, sebab kedua-duanya  memberatkan kakimu dari kehidupan dunia dan akhirat.

5. Berusahalah dengan bersungguh-sungguh agar waktumu terbagi menjadi empat: seperempat untuk munajat kepada Allah, seperempat untuk mencari kehidupanan, seperempat untuk bergaul dengan saudara-saudara  dan orang-orang terpercayayang mau menunjukkan kekuranganmu dan yang ikhlas kepadamu dalam hatinya dan seperempat lagi untuk menikmati hal-hal yang tidak diharamkan atas dirimu. Janganlah kamu berkata-kata tentang kemiskinan dan panjang umurmu. Sebab, barangsiapa yang menceritakan kemiskinannya, bererti dia bakhil, sedangkan orang yang berbicara tentang panjang umur, bererti dia orang yang tamak. Jadikanlah untuk dirimu bagian kehidupan dunia dengan memberinya suatu kesenangan yang halal tanpa berlebih-lebihan dan mintalah pertolongan untuk itu dengan melaksanakan perintah-perintah agama. Sebab, nabi saw diriwayatkan pernah mengatakan; Tidaklah termasuk golongan kami orang yang meninggalkan urusan dunianya untuk mengejar urusan akhiratnya dan yang meninggalkan urusan akhiratnya untuk mengejar urusan dunianya.

6. Musibah bagi orang yang sabar (hanya merupakan) satu musibah, sedangkan bagi orang yang berkeluh kesah, ia menjadi dua (musibah).

7. Sampaikan yang baik-baik dan katakan yang baik pula dan jangan engkau menjadi orang plin-plan (al-‘im’ah). Iaitu jangan hendaknya engkau berkata, Aku terserah padaorang banyak dan aku tidak berbeda dengan mereka (kalau mereka baik, aku akan baik, sedang kalau mereka jahat aku pun akan jahat pula. Rasulullah saw berkata; Ayyuhan Nas, sesungguhnya di situ ada dua jalan: Jalan kebaikan dan jalan kejahatan. Kerana itu janganlah hendaknya jalan yang jahat itu lebih  menarik hatimu ketimbang jalan yang baik.

Wallahu ‘alam.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, 1997

Pantun mengenang jasa ibu bapa

Pantun mengenang jasa ibu bapa

Pohon pinang pohon kelapa
Hiasan desa tanah seberang
Mengenang jasa ibu dan bapa

Bulan puasa bulan mulia
Pahala berganda kurniaan Allah
Tanda ingat akan jasa ibu bapa
Sentiasa mendoakan mereka di alam barzakh.

Awang Sariyan
Di denai kehidupan
DBP, Kuala Lumpur 2016



Doa Imam Sajjad as ( 4  )

Doa Imam Sajjad as ( 4 )

Allahumma ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Janganlah Engkau biarkan aku berpaling dari orang yang memberi nasihat kepadaku. Jadikanlah aku membalas orang yang meninggalkanku dengan kebaikan, dan membalas yang melimpah terhadap orang yang tak mau memberi kepadaku. Jadikanlah aku tetap menjaga hubungan silaturahim dengan orang yang memutuskannya denganku. Jadikanlah aku membalas dengan kata-kata yang baik terhadap orang yang berbicara buruk terhadap diriku. Jadikanlah aku bersyukur atas kebaikan dan mengabaikan nasib jelek yang menimpaku.

Aameen.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.

Kuala Lumpur, 1997

Wasiat Ash-Shadiq as kepada Sufyan Ats-Tsauri

Wasiat Ash-Shadiq as kepada Sufyan Ats-Tsauri

Sufyan Ats-Tsauri berkata: Aku masuk menemui Ash-Shadiq as dan berkata kepada: Berilah wasiat kepada saya untuk kusimpan sepeninggal anda. Beliau as menjawab: Engkau akan memeliharaannya, wahai Sufyan?. Aku menjawab: Tentu saja, wahai anak puteri rasulullah. Beliau lalu berkata: Wahai Sufyan, seorang pendusta  tidak menemukan akhir dustanya. Seorang pendengki tidak akan merasa tenang hati. Seorang pembosan tidak akan memperoleh persaudaraan. Seorang yang sombong tidak akan mempunyai sahabat dekat. Seorang yang buruk perangai tidak akan bisa berdaulat atas orang lain.

Kemudian beliau as diam. Aku berkata lagi: Wahai anak puteri rasulullah, tambahlah untukku. Maka beliau lalu berkata: Wahai Sufyan, percayailah Allah, nescaya engkau menjadi orang yang arif. Puaslah dengan apa yang dibagikanNya untukmu, nescaya engkau menjadi orang yang kaya. Sertai orang banyak sebagaimana mereka mnyertaimu, nescaya imanmu bertambah dan janganlah engkau bersahabat dengan seorang pendosa, sebab dia akan mengajarkan dosa-dosanya kepadamu. Bermusyawarahlah dengan orang-orang yang takut kepada Allah Azza wa Jalla.

Kemudian beliau as berdiam diri. Aku berkata lagi: Wahai anak puteri rasulullah, tambahlah untukku. Maka beliau as lalu berkata lagi: Wahai Sufyan, barangsiapa yang menghendaki keperkasaan tanpa harus mempunyai kekuasaan, kebanyakan tanpa harus mempunyai teman-teman dan keseganan orang tanpa harus memiliki harta maka hendaklah dia  berpindah dari kehinaan maksiat kepada Allah menuju kemuliaan taat kepadaNya.

Kemudian beliau as berdiam diri. Aku berkata lagi: Wahai anak puteri rasulullah, tambahlah untukku. Maka beliaupun berkata lagi: Wahai Sufyan, ayahku as telah mendidikku dengan tiga hal dan melarangku dari tiga hal.Adapun tiga hal yang dididikkannya kepadaku itu, bahwasanya beliau telah berkata kepadaku: Wahai anakku, barang siapa yang bersahabat dengan pelaku keburukan, nescaya dia tidak akan selamat, barangsiapa yang tidak mengendalikan kata-katanya, nescaya dia akan menyesal dan barangsiapa yang memasuki pintu-pintu keburukan, nescayaakan dituduh. Aku berkata: Lantas, apa ketiga hal yang anda dilarang oleh ayah anda as itu?.  Beliau as menjawab: Beliau melarangku bersahabat dengan seorang yang suka  mendengki nikmat (yang diterima orang lain), yang suka mengomel jika kena musibah atau orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain.

Beliau as juga mengatakan: Enam hal yang tidak akan terdapat  pada seorang mukmin: menyukarkan orang, sikap kasar (kikir), dengki, keras kepala, dusta dan melanggar hak orang lain.

Wallahu ‘alam.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.

Kuala Lumpur, 1997

Doa Imam Sajjad as ( 3 )

Doa Imam Sajjad as ( 3 )

Allahumma ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Berikanlah kepadaku kekuatan untuk melawan orang yang menzalimiku, dan berilah aku kemampuan berbicara melawan orang yang mencari pertengkaran denganku, dan berilah aku kekuatan untuk mengalahkan orang yang bersikap keras memaksakan kehendaknya kepadaku. Berikanlah kepadaku siasat untuk menghadapi orang yang berkomplot terhadap diriku dan berilah aku kemampuan melawan  orang yang memperlakukan buruk terhadap diriku.

Selamatkanlah aku dari orang yang mengancamku, condongkanlah hatiku untuk menaati orang yang berusaha meluruskan tindakanku dan mengikuti petunjuk orang yang menunjukiku.

Aameen.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.

Kuala Lumpur, 1997

Perihal kuda

Perihal kuda

Ada orang yang berkuda
untuk  ke mana-mana
ada orang yang berkuda
untuk bersuka-suka
sebagai riadah senggang masa

Ada kuda
ada kuda-kuda
kuda bernyawa
kuda-kuda hanya benda
tanpa nyawa
kuda-kuda di bumbung rumah
kuda-kuda alat permainan si manja
kuda-kuda kedudukan dalam persilatan

Ada orang yang memperkuda
sesiapa sahaja yang sanggup diperkuda
untuk kuasa atau karta
untuk nama atau wanita
yang memperkuda beroleh laba
yang diperkuda ada kalanya beroleh hampa

Demikian perihal kuda
berkuda dan bermain kuda-kuda
untuk keperluan manusia
namun memperkuda
dan rela diperkuda
sifat dan tabiat tercela
kuda diperkuda memang fitrah
manusia diperkuda punah maruah.

Awang Sariyan
Di denai kehidupan

DBP, Kuala Lumpur 2016

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik